Tanah surga? Tanah seperti apakah? Tentunya tanah ini
akan menjadi impian seluruh mahluk hidup di dunia ini. Dimanakah tempatnya?
Konon tanah itu adalah negeri tempat kita berpijak sekarang ini, Indonesia.
Benarkah? pasti pertanyaan itu yang muncul dipikiran kita ketika mendengarnya.
Entah benar-benar tidak tahu atau kita sengaja menutup mata tapi itu
kenyataannya.
Indonesia menduduki peringkat ke empat sebagai negara
yang memiliki wilayah terluas di dunia. Tanah kita terkenal dengan
kesuburannya, apapun yang ditanam akan tumbuh bahkan batang yang hanya
ditancapkan pada tanah ini dapat tumbuh menjadi sumber pangan penduduknya
(ketela). Sungguh tanah idaman?!
Selain itu banyak tersimpan harta karun di dalam tanah
ini, berbagai barang tambang seperti batu bara, emas, minyak bumi dan masih
banyak lagi, selalu menjadi incaran para investor negara lain. Sejak dulu pun
simfoni tanah ini telah terdengar ke seantero jagat, mempesona negara-negara
lain untuk memperebutkannya, menjadikannya tanah jajahan. Belanda, Inggris
bahkan Jepang pun saling sikut untuk menguras kekayaan rempah-rempah negeri
ini. Hal ini terjadi selama bertahun-tahun. Bukankah itu cukup membuktikan
bahwa tanah indonesia merupakan tanah surga?
Tapi tanah surga bagi siapa? masih pantaskah disebut
tanah surga? jika sebagian besar rakyatnya miskin dan kelaparan. Bahkan banyak
penduduk dari tanah ini berlayar menyeberangi batas wilayah hanya untuk menjadi
budak di negara tetangga. Mendapatkan siksaan tanpa mendapatkan pembelaan dari
negerinya! Bahkan tidak sedikit dari mereka yang pulang hanya tinggal nama.
Masih pantaskah? Jika penduduknya menjadi budak di
tanahnya sendiri, bukankah seharusnya kita menjadi raja? contoh yang paling
ironis terjadi di Papua, wilayah dengan kekayaan alam melimpah tapi hampir
keseluruhan rakyatnya masih sengsara. Harta karun Papua (tambang) dikeruk
perusahaan asing PT. Freeport. Sementara keuntungan Freeport setiap tahunnya
terus meningkat, ajaibnya saham pemerintah diperusahaan ini hanya 9,4%
selebihnya 90,6% adalah milik Freeport. Lalu berapa yang kembali ke rakyat Papua?
Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Indonesia?
Tanah yang katanya tanah impian, tanah surga?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar