Kamis, 14 Maret 2013

IRONISME TANAH SURGA INDONESIA



 
Tanah surga? Tanah seperti apakah? Tentunya tanah ini akan menjadi impian seluruh mahluk hidup di dunia ini. Dimanakah tempatnya? Konon tanah itu adalah negeri tempat kita berpijak sekarang ini, Indonesia. Benarkah? pasti pertanyaan itu yang muncul dipikiran kita ketika mendengarnya. Entah benar-benar tidak tahu atau kita sengaja menutup mata tapi itu kenyataannya.
Indonesia menduduki peringkat ke empat sebagai negara yang memiliki wilayah terluas di dunia. Tanah kita terkenal dengan kesuburannya, apapun yang ditanam akan tumbuh bahkan batang yang hanya ditancapkan pada tanah ini dapat tumbuh menjadi sumber pangan penduduknya (ketela). Sungguh tanah idaman?!
Selain itu banyak tersimpan harta karun di dalam tanah ini, berbagai barang tambang seperti batu bara, emas, minyak bumi dan masih banyak lagi, selalu menjadi incaran para investor negara lain. Sejak dulu pun simfoni tanah ini telah terdengar ke seantero jagat, mempesona negara-negara lain untuk memperebutkannya, menjadikannya tanah jajahan. Belanda, Inggris bahkan Jepang pun saling sikut untuk menguras kekayaan rempah-rempah negeri ini. Hal ini terjadi selama bertahun-tahun. Bukankah itu cukup membuktikan bahwa tanah indonesia merupakan tanah surga?
Tapi tanah surga bagi siapa? masih pantaskah disebut tanah surga? jika sebagian besar rakyatnya miskin dan kelaparan. Bahkan banyak penduduk dari tanah ini berlayar menyeberangi batas wilayah hanya untuk menjadi budak di negara tetangga. Mendapatkan siksaan tanpa mendapatkan pembelaan dari negerinya! Bahkan tidak sedikit dari mereka yang pulang hanya tinggal nama.
Masih pantaskah? Jika penduduknya menjadi budak di tanahnya sendiri, bukankah seharusnya kita menjadi raja? contoh yang paling ironis terjadi di Papua, wilayah dengan kekayaan alam melimpah tapi hampir keseluruhan rakyatnya masih sengsara. Harta karun Papua (tambang) dikeruk perusahaan asing PT. Freeport. Sementara keuntungan Freeport setiap tahunnya terus meningkat, ajaibnya saham pemerintah diperusahaan ini hanya 9,4% selebihnya 90,6% adalah milik Freeport. Lalu berapa yang kembali ke rakyat Papua?
Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Indonesia? Tanah yang katanya tanah impian, tanah surga?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar