Uzeng
nama panggilan lelaki itu. Berperawakan kurus berambut gondrong bak Ariel Noah
Ketika pertama kali muncul di TV. Setiap orang yang belum mengenalnya akan
kaget ketika ia menyebutkan asal kampung halamannya “Madura”. Karena karakter dan
perilakunya sama sekali berbeda dengan kebanyakan orang Madura. Ia memiliki
suara dan kepribadian yang lembut…beneran (^^)V.
Neza
mengenalnya ketika ia satu kelompok KKN dengannya. Heran sekaligus kagum neza
melihatnya. Meskipun terkesan agak diam dan santai tapi ketika ia telah berada
diatas mimbar dan sudah memegang mikrofon. Ia akan berbicara panjang lebar dan
bahasanya bak bahasa sufi yang menyentuh dan begitu dalam. Dan bacaanya…wuuuaaa
sekelas rumi dkk. Hem bebar-benar calon sufi…insya allah.
Sayangnya si sufi ini gemar sekali tidur
sampai sang ketua kelompok sempat menjulukinya “Abu Naum” hahahaha…itu karena
ia kuat sekali bila sudah tidur. Bisa seharian dia tidur dan mejelang magrib ia
baru bangun.
Kehidupan
uzeng seperti kebalikan dari orang normal. Jika malam ia terjaga sampai tengah
malam jika siang ia tertidur sampai lewat tengah hari. Kebiasaannya begadang
membuatnya sering dicari warga desa itu. Eiiitss buka apa-apa…tapi untuk diajak
memancing ke telaga, berburu kelelawar atau sekedar membakar singkong di kebun
warga.
***
Teman-teman
lelaki Neza suka sekali mengerjain Uzeng. Pernah suatu kali rambut gondrongnya
dikuncir sepuluh dan didokumentasikan. Pernah juga ketika Neza kumat usilnya ia
membawa makanan yang baru saja matang ke kamar uzeng dan meletakkan makanan itu
dideket hidungnya. “Snif..snif…”, hidung Uzeng mengendus-endus bau masakan
Neza.
Hihihihi lucuna…r(^3^)/
***
Diam-diam
ada seorang anak kecil di desa itu yang menyukainya. Namanya Haryanti, usianya
sekitar sebelas tahun. Ia duduk di kelas lima SD. Neza tau akan hal itu karena
haryanti adalah salah satu murid TPA nya. Hihihi..lucu juga melihatnya.
Setiapkali Neza menggoda anak itu dengan menyebut nama Uzeng maka ia akan
tersipu malu dan buru-buru menyembunyikan mukanya dibalik tubuh Neza. Aduh
zeng…pesona mu tuh lho hehehehe r(^,^)”.
Korban
pesona Uzeng ternyata tak Cuma satu. Slow mend pun ternyata terperdaya olehnya
hahahaha (^^)V..mereka bagaikan soulmate. Dimana ada Uzeng disitu pasti ada
slow mend. Namun tampaknya pesona Uzeng terlalu kuat untuk dibendung
sampai-sampai Pak ketu (sebutan ketua kelompok KKN Neza) dan Pakdhe pun yang
slogannya “laki bangat” itu terpesona padanya. Huuuaaa(p,q)aaaa…
***
Jatah
dua minggu libur lebaran ternyata dirasa masih kurang oleh Uzeng. Disaat
teman-temannya termasuk Neza telah sampai lagi di posko, Uzeng baru bisa
bergabung kembali seminggu kemudian. Sebenarnya mereka dapat memakluminya tapi
mereka semua sepakat untuk menjahili Uzeng...hehehe
“Aku
pulang…!!!!”, teriak Uzeng saat ia sampai di posko.
Hahahaiii…Neza siap menyambutnya dengan sapu
ditangan. “Piket nyapu, nyuci piring, belanja, dan jangan lupa piket masak.
Khusus buat kamu seminggu Fuuuulllll ya Zeng…”, kata pakketu berpidato.
“Haaaa…???!!!Jahat
sekali kalian ini…”, kata Uzeng dengan muka sengsara.
“Hihihihi…selamat ya Zeng”, kata Neza
terkekeh.
“Sintttooonggg…tolllllooooong
aku…”, katanya histeris.
***
Huaahaha.....pokoknya banyak hal yang
bisa membuat tertawa ketika mengingat se orang Uzeng. Walaupun hidupnya begitu santai
tapi ternyata diam-diam dia mampu mengalahkan anggota KKN yang lain. Ia
diam-diam mendeklarasikan diri bulan ini wisuda. Wah…neza pun sampai melongo
ketika mendengar kabar kelulusannya. Iri juga neza kepadanya…but okey lah. Neza
berjanji padanya dan pada dirinya sendiri untuk segera menyusul langkah sang
sufi sekaligus abu naum itu.
~Tunggu Jendral, aku segera menyusul mu…cayoooo
Neza~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar