Senin, 20 Mei 2013

JENDRAL ZENG





          Uzeng nama panggilan lelaki itu. Berperawakan kurus berambut gondrong bak Ariel Noah Ketika pertama kali muncul di TV. Setiap orang yang belum mengenalnya akan kaget ketika ia menyebutkan asal kampung halamannya “Madura”. Karena karakter dan perilakunya sama sekali berbeda dengan kebanyakan orang Madura. Ia memiliki suara dan kepribadian yang lembut…beneran (^^)V.
            Neza mengenalnya ketika ia satu kelompok KKN dengannya. Heran sekaligus kagum neza melihatnya. Meskipun terkesan agak diam dan santai tapi ketika ia telah berada diatas mimbar dan sudah memegang mikrofon. Ia akan berbicara panjang lebar dan bahasanya bak bahasa sufi yang menyentuh dan begitu dalam. Dan bacaanya…wuuuaaa sekelas rumi dkk. Hem bebar-benar calon sufi…insya allah.
Sayangnya si sufi ini gemar sekali tidur sampai sang ketua kelompok sempat menjulukinya “Abu Naum” hahahaha…itu karena ia kuat sekali bila sudah tidur. Bisa seharian dia tidur dan mejelang magrib ia baru bangun.
            Kehidupan uzeng seperti kebalikan dari orang normal. Jika malam ia terjaga sampai tengah malam jika siang ia tertidur sampai lewat tengah hari. Kebiasaannya begadang membuatnya sering dicari warga desa itu. Eiiitss buka apa-apa…tapi untuk diajak memancing ke telaga, berburu kelelawar atau sekedar membakar singkong di kebun warga.
***
            Teman-teman lelaki Neza suka sekali mengerjain Uzeng. Pernah suatu kali rambut gondrongnya dikuncir sepuluh dan didokumentasikan. Pernah juga ketika Neza kumat usilnya ia membawa makanan yang baru saja matang ke kamar uzeng dan meletakkan makanan itu dideket hidungnya. “Snif..snif…”, hidung Uzeng mengendus-endus bau masakan Neza.
Hihihihi lucuna…r(^3^)/
***
            Diam-diam ada seorang anak kecil di desa itu yang menyukainya. Namanya Haryanti, usianya sekitar sebelas tahun. Ia duduk di kelas lima SD. Neza tau akan hal itu karena haryanti adalah salah satu murid TPA nya. Hihihi..lucu juga melihatnya. Setiapkali Neza menggoda anak itu dengan menyebut nama Uzeng maka ia akan tersipu malu dan buru-buru menyembunyikan mukanya dibalik tubuh Neza. Aduh zeng…pesona mu tuh lho hehehehe r(^,^)”.
            Korban pesona Uzeng ternyata tak Cuma satu. Slow mend pun ternyata terperdaya olehnya hahahaha (^^)V..mereka bagaikan soulmate. Dimana ada Uzeng disitu pasti ada slow mend. Namun tampaknya pesona Uzeng terlalu kuat untuk dibendung sampai-sampai Pak ketu (sebutan ketua kelompok KKN Neza) dan Pakdhe pun yang slogannya “laki bangat” itu terpesona padanya. Huuuaaa(p,q)aaaa…
***
            Jatah dua minggu libur lebaran ternyata dirasa masih kurang oleh Uzeng. Disaat teman-temannya termasuk Neza telah sampai lagi di posko, Uzeng baru bisa bergabung kembali seminggu kemudian. Sebenarnya mereka dapat memakluminya tapi mereka semua sepakat untuk menjahili Uzeng...hehehe
            “Aku pulang…!!!!”, teriak Uzeng saat ia sampai di posko.
Hahahaiii…Neza siap menyambutnya dengan sapu ditangan. “Piket nyapu, nyuci piring, belanja, dan jangan lupa piket masak. Khusus buat kamu seminggu Fuuuulllll ya Zeng…”, kata pakketu berpidato.
            “Haaaa…???!!!Jahat sekali kalian ini…”, kata Uzeng dengan muka sengsara.
“Hihihihi…selamat ya Zeng”, kata Neza terkekeh.
            “Sintttooonggg…tolllllooooong aku…”, katanya histeris.
***
Huaahaha.....pokoknya banyak hal yang bisa membuat tertawa ketika mengingat se orang Uzeng. Walaupun hidupnya begitu santai tapi ternyata diam-diam dia mampu mengalahkan anggota KKN yang lain. Ia diam-diam mendeklarasikan diri bulan ini wisuda. Wah…neza pun sampai melongo ketika mendengar kabar kelulusannya. Iri juga neza kepadanya…but okey lah. Neza berjanji padanya dan pada dirinya sendiri untuk segera menyusul langkah sang sufi sekaligus abu naum itu.
~Tunggu Jendral, aku segera menyusul mu…cayoooo Neza~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar